Sepeda Jelajah Nusantara Seri 2 – Tour de Parahyangan Petualangan Sepeda di Bumi Parahyangan


JAKARTA – Bagi penjelajah kota dengan sepeda gunung, ada sebuah kabar bagus yang rasanya tak boleh terlewat. Komunitas sepeda Jalur Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi, akan menggelar Sepeda Jelajah Nusantara (SJN) Seri 2 – Tour de Parahyangan, 11 – 13 September mendatang. Acara yang dapat diikuti siapa saja ini rencananya akan keliling wilayah Bandung Selatan, Jawa Barat. Buruan daftar, sebab panitia kegiatan membatasi jumlah peserta, cuma 40 peserta saja.
Menurut Julian Prasetyo dari Komunitas Jalur Jatiasih, panitia kegiatan tak mau ambil risiko bila jumlah dari batas kuota peserta itu. Dalam gelaran ini, mereka tak cari untung. Panitia hanya memungut biaya untuk menutupi fasilitas bagi peserta, seperti transportasi, penginapan, ransum selama kegiatan, kaus dan sertifikat kegiatan. ”Kami tidak mengejar profit kok,” tegas Julian yang ditemui SH, Senin (16/8).
Biaya peserta di bagi dua jenis: bila berangkat dari Jakarta silakan setor sekitar Rp250.000. Yang kedua, peserta dari Bandung dan sekitarnya cukup membayar sebesar Rp 170.000.
Lebih jauh Julian mengatakan, peserta diwajibkan memakai genjotan jenis sepeda gunung (mountain bike). Maklum saja, rute yang bakal dilalui ada jenis: on the road dan off the road. Pada tiap jenis, perimbangan turunan dan tanjakan merata. Tak kalah penting, persiapan mental dan kesehatan. Wilayah Bandung Selatan – terutama situ Patengan, kawah putih dan Rancaupas terkenal dengan udara yang dingin yang menusuk tulang. ”Biasanya kalau sudah kena udara dingin orang menjadi down,” kata penunggang sepeda gunung yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri situs mtb-indonesia ini.
Agar dapat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, Julian menyarankan peserta yang mendaftar adalah penggemar yang rutin bersepeda. Meski tak ngoyo, namun melihat kondisi trek yang naik-turun tentu membutuhkan napas yang panjang. Selain menyiapkan fisik, tiap peserta juga perlu membawa peralatan cadangan, seperti ban dalam cadangan dan peralatan mekanik lainnya.

Tour Merapi-Singgalang
Gagasan kegiatan ini sebetulnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Pada saat itu, ide yang berawal dari komunitas sepeda yang terbiasa kumpul di gerbang perumahan Villa Nusa Indah II, Bekasi, Jawa Barat ini mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Terlebih, ketika itu mereka antusias sekali untuk mengangkat potensi pariwisata lokal.
Usai rembukan, akhirnya disepakati untuk menggelar SJN Seri 1 – Tour de Merapi-Singgalang, di Padang dan Bukittinggi, Sumatera Barat. Acara ini diadakan pada 9 – 11 April lalu. ”Waktu itu, yang ikut sekitar 20 orang. Kegiatannya bukan cuma bersepeda tetapi juga diisi dengan diskusi,” kenang Julian. Total lintasan yang ditempuh sekitar 120 km.
Menurut Julian, kesan paling asyik waktu membuat acara itu adalah saat disambut dua walikota di Padang dan Bukittinggi. Mereka sempat menginap di Istana Negara, Bukittinggi. ”Ini kebanggaan kami. Sebab, pejabat pun belum tentu diperbolehkan menginap di sini,” ujar Julian sambil tersenyum.
Rombongan SJN Seri 1 juga mengunjungi daerah Embun Pagi. Daerah ini begitu indah dengan pemandangan lepas ke arah Danau Maninjau. O, ya awal perjalanan dimulai dengan acara road show keliling kota Bukittinggi sambil mampir ke kebun binatang di sana. ”Saya baru tahu loh kalo di Bukittinggi ada kebun binatang,” kekeh bapak dua anak yang berusia 33 tahun ini.
Dua lokasi menarik lainnya di Bukittinggi adalah perjalanan di Kelok Sembilan dan Jembatan VD Korg. ”Kami juga sempat disambut pemda Agam,” sebut Julian yang berkerja di sebuah perusahaan jasa pertambangan ini.
Di Padang, jalur perlintasan juga menarik. Selain menu utama jalan aspal dengan acara keliling kota, mereka ternyata mendapat suguhan jalur penyisiran pantai. Jalur ini cukup berat, kadang kala tiap peserta perlu memanggul sepeda untuk melewati batu-batu besar. ”Rute pantai itu dipilih untuk menghindari Bukit Siti Nurbaya,” alasan Julian.
Melihat animo penggemar yang bagus, komunitas jalur Jatiasih memutuskan untuk kembali menggelar kegiatan yang sama dengan mengambil lokasi yang berbeda. Akhirnya, muncullah seri dua yang berlokasi di Jawa Barat itu.
Julian berharap, SJN dapat menjadi kalender nasional yang dapat diikuti para penggemar sepeda gunung di Indonesia. Pada pelaksanaan pertama, angin segar sudah berhembus. Beberapa komunitas mau bergabung. Wajar saja, bila dalam pelaksanaan berikutnya, pria berkacamata ini ingin komunitas yang bergabung lebih banyak lagi.
”Setelah ini, kami akan menggelar seri ketiga di Bali. Waktunya sekitar bulan Desember depan,” ujar Julian memberi bocoran. Sudah pasti, menyusuri pulau Seribu Pura itu dengan sepeda tentu bakal menjadi kisah yang menarik. Sebelum menyesal, lebih baik daftar dari awal.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: