Menyusuri Bandung Naik Sepeda Ontel

sepeda ontel bandung

BANDUNG, KOMPAS.com – Bagaimana rasanya menyusuri Kota Bandung dengan mobil di akhir pekan? Banyak orang jengkel karena macet di mana-mana. Kalau begitu kenapa tidak mencoba menyusuri Bandung dengan sepeda.

Ini alternatif baru menikmati suasana paris van java. Tidak perlu repot membawa sepeda dari Jakarta. Ada penyedia jasa penyewaan sepeda ontel atau sepeda kumbang plus paket wisata sejarah keliling kota.

Wisata sejarah? Ya, Bandung tidak hanya memiliki Factory Outlet atau kekayaan kuliner, tapi juga tempat-tempat bersejarah yang menarik. Sisi historis Kota Kembang ini yang dilirik oleh Bandung Eksplorer (BEX) sebagai celah bisnis wisata baru. BEX menyediakan sepeda ontel sewaan.

Dian Pitaloka, salah seorang pengelola BEX menuturkan, Minggu (3/5), paket wisata sepeda ontel mencoba mengajak wisatawan yang datang ke Kota Bandung untuk menikmati sisi lain dari Bandung melalui program wisata sepeda sejarah.

“Wisata sejarah bersepeda yang kami tawarkan ingin mengajak setiap orang yang berkunjung ke Bandung, menikmati sisi lain dari Kota ini seperti menyusuri jalan atau gedung bersejarah,” kata Dian yang menjabat sebagai Marketing di BEX.

Bermulai dari hobi
Menurut Danang Eri Prasetyo , awal mula tercetus ide untuk menggagas wisata sejarah bersepeda di Kota Bandung bermula dari kecintaanya pada dunia sejarah. “Kalau di luar negeri seperti di Cina dan Bangkok, salah satu cara untuk melestarikan nilai sejarah dari kotanya tersebut, dengan cara membentuk komunitas bersepeda mengelilingi gedung bersejarahnya,” katanya.

Awalnya, Dian bersama sejumlah temannya yang juga memiliki hobi yang sama kerap menyusuri tempat-tempat bersejarah di Bandung dengan bersepeda. Selanjutnya, dari sekadar hobi, kelompok pertemanan ini lantas menggagas paket wisata sejarah bersepeda tiga tahun lalu.

Wisata mengayuh sepeda ini hanya dapat dinikmati pada hari Minggu saja, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dengan tarif Rp 50 ribu. Rutenya Gedung Balaikota Bandung, Monumen Bandung Nol Kilometer, Gedung Merdeka, Jalan Braga, Gedung Indonesia Menggugat, Gedung Sate, Museum Asia Afrika dan kembali lagi ke Gedung Balaikota Bandung. Untuk menghindari kemacetan, Setiap rombongan dibatasi maksimal 20 orang.

Dengan Rp 50 ribu, selain menikmati tempat-tempat bersejarah, Anda juga akan mendapat makan, ikat kepala tradisi sunda, pin, topi, hand out, peta Kota Bandung, serta pakaian pangsi (pakaian tradisional sunda).

Dian berharap, wisata sejarah sepeda ontel ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat Bandung dan luar Bandung terhadap bangunan bersejarah yang telah ada. “Bangsa yang maju dan besar itu ialah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya dan menjaga nilai sejarahnya,” ujarnya Dian.

Salah seorang pengunjung yang mencoba wisata sejarah bersepeda di Kota Bandung, Wandi, mengatakan, ada suasana berbeda saat dirinya mencoba wisata tersebut. “Beda saja rasanya, menyusuri bangunan sejarah di Bandung dengan sepeda ontel ini,” katanya yang ditemui di Gedung Merdeka Bandung.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: